Tentang Arutala

Belajar dari akar.
Tumbuh bersama budaya.

Arutala Aksara, atau cukup Arutala, menghubungkan pembelajaran, teknologi bahasa, dan pengetahuan budaya Indonesia.

Ilustrasi lanskap Nusantara dengan candi, paviliun, dan lembah berkabut
Bahasa, aksara, dan budaya adalah bagian dari cerita yang sama.

Kenali Aksara.
Pahami Bahasanya.
Jaga Budayanya.

Bahasa daerah menyimpan cara bertutur, pengetahuan, dan identitas. Aksara merekamnya. Budaya memberi konteks yang membuat semuanya hidup.

Arutala mempertemukan ketiganya dalam satu ekosistem. Seseorang bisa mulai dengan belajar satu aksara, memahami bahasa di baliknya, lalu mengenal cerita dan kebiasaan masyarakatnya.

01

Learning Platform

Platform belajar bernama Arutala membantu pengguna mengenal bahasa dan aksara daerah melalui pengalaman interaktif dan bertahap.

Belajar aksara Jawa, Sunda, Bali, Lampung, dan Batak Mandailing. Latih tulisan, gunakan pengenalan tulisan tangan AI, pindai gambar, ubah aksara ke Latin, dan pahami terjemahannya.

Jelajahi pengalaman belajar
02

Foundation Model

AruLLM, Dialekta, Gaksara, dan model Aruna memiliki fokus yang berbeda: bahasa daerah, dialek, desain grafis aksara, serta pengenalan tulisan tangan dan manuskrip.

Keempatnya menjadi dasar menuju MLLM. Arah pengembangannya juga mencakup penggunaan oleh pihak eksternal untuk produk, kebutuhan bisnis, dan riset.

Kenali keempat model
03

Knowledge Platform

Ruang pembelajaran budaya Indonesia yang menempatkan bahasa dan aksara dalam konteksnya. Fokusnya mencakup tradisi, cerita, naskah, karya, dan pengetahuan lokal.

Pembelajaran budaya membantu kita memahami mengapa sebuah ungkapan digunakan, bagaimana sebuah tradisi dimaknai, dan cerita apa yang tersimpan di balik sebuah tulisan.

Bicarakan kolaborasi budaya

Berbeda peran.
Saling memperkaya.

Learning mendekatkan pengguna pada bahasa dan aksara. Foundation Model membuka kemampuan teknologi. Knowledge memperluas konteks budayanya.

Konteks sebelum kesimpulan

Perbedaan dialek dan kebiasaan tutur perlu dipahami bersama konteks budaya, bukan diratakan menjadi satu versi.

Teknologi untuk membantu

AI mendampingi pembelajaran, eksplorasi, dan pekerjaan. Pembacaan naskah serta interpretasi budaya tetap memerlukan penilaian manusia.

Tumbuh melalui kolaborasi

Pembelajar, pendidik, peneliti, komunitas, dan pelaku bisnis memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai keahliannya.

Ada cerita yang
ingin kamu bawa bersama?

Mari berbincang tentang pembelajaran, budaya, riset, atau pengembangan teknologi bahasa daerah.

Mari berbincang